Nama : Al Mar’atus Sholikhah
NIM : D71213076
Matakuliah :Ilmu
Pendidikan islam
Tugas
refleksi Ilmu Pendidikan Islam
Semasa menjalani
mata kulian Ilmu Pendidikan Islam ini, banyak sekali hal-hal pengetahuan
tentang pendidikan yang saya dapatkan, antara lain bahwa menjadi pendidik itu
mempunyai persyaratan agar pendidikan berjalan dengan efektif dan efisien,
adapun syarat-syaratnya yaitu umurnya harus dewasa, sehat jasmani dan rohani,
harus ahli dalam mengajar,harus berkesusilaan dan berdedikasi tinggi. Dari
semua syarat diatas, maka syarat-syarat tersebut harus terpenuhi tidak
tertinggal satu pun, misalnya jika pendidik tidak ahli dan tidak menguasai mata
pelajaran yang diajarkan maka tidak mungkin pendidik tersebut dapat mengajarkan
kepada peserta didiknya.
Kemudian sebagai
pendidik juga wajib mempunyai strategi pembelajaran tersendiri (khusus) untuk
peserta didiknya, misalnya seperti:
Strategi
Mengajar Sukses
1.
Yakin setiap
peserta didik luar biasa
Dengan rasa keyakinan awal katika mengajar bahwa
semua peserta didik luar biasa, kita akan lebih bersemangat untuk memberikan
ilmu kita.
2.
Belajar dengan
menyenangkan
Dengan cara menyelipkan humor, bukan mengajar dengan
sikap pasif, biasa saja, yang menjadikan peserta didik jenuh.
3.
Mengaitkan
materi dengan kehidupan peserta didik
Dengan
cara mengaitkan materi dengan kehidupan bisa jadi peserta didik lebih memahami ketika
dikaitkan dengan kehidupannya, sehingga peserta didik dapat langsung ikut
berperan didalamnya.
Di
tinjau dari sisi lain, hal-hal yang saya dapat dari mata kuliah IPI ketika
didalam kelas yakni, kita bias berdiskusi dengan cara Tanya jawab, agar kita
dapat mengetahui permasalahan pendidikan, dan saya dapat tambahan-tambahan ilmu
dari para mahasisiwa yang memeparkan mata kuliah ini dengan memberi sanggahan
dengan mengutarakan pikiran (ide-idenya), atau menyelipkan ilmu yang lain, seperti ketika
membahas tentang salah satu syarat pendidik salah satunya yaitu harus sehat
jasmani rohani, dan ketika itu ada mahasiswa yang menyangkal bahwa dahulu ada seeorang
filosof, akan tetapi di gila, sering pergi kepasar-pasar untuk melamun, dipasar
ia sering menulis coretan-coretan kecil yang berisi tentang pemikirannya
terhadap filsafat, beberapa masyarakat mengatakan dia gila karena terlalu
mahabbah kepada allah, dia dianggap para masyarakat gila karena kelakuan-nya
terkadang memang seperti layaknya orang gila.
Kemudian setelah
bermusyawarah dengan mahasiswa yang lain, bahwa kalau orang gila yang seperti
itu maka bukan dikatakan orang gila, dikarenakan dia gila karena kecintaannya
terhadap tuhan. Tidak mungkin orang gila dapat mengarang ataupun mengarang
pemikiran, ide-ide seperti itu, karena
sebenarnya orang gila itu otaknya sudah tidak bias dikuasai, ia tak tahu mana
yang baik dan benar.
Jika
dibandingkan dengan orang gila zaman sekarang, penyebabnya itu bukan disebabkan
oleh Mahabbah, akan tetapi karena hubbub dunya, seperti kehilangan pacarnya,
bangkrut perusahaannya, dll. Dan banyak sekali hal-hal yang saya dapatkan ketika
mata kuliah IPI.
Inilah hasil refleksi saya selama
mengukuti mata kulian Ilmi Pendidikan Islam, Sekian dari saya, mohon maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar