Minggu, 15 Juni 2014

tugas refleksi IPI



Nama               : Al Mar’atus Sholikhah
NIM                : D71213076
Matakuliah :Ilmu Pendidikan islam
Tugas refleksi Ilmu Pendidikan Islam
Semasa menjalani mata kulian Ilmu Pendidikan Islam ini, banyak sekali hal-hal pengetahuan tentang pendidikan yang saya dapatkan, antara lain bahwa menjadi pendidik itu mempunyai persyaratan agar pendidikan berjalan dengan efektif dan efisien, adapun syarat-syaratnya yaitu umurnya harus dewasa, sehat jasmani dan rohani, harus ahli dalam mengajar,harus berkesusilaan dan berdedikasi tinggi. Dari semua syarat diatas, maka syarat-syarat tersebut harus terpenuhi tidak tertinggal satu pun, misalnya jika pendidik tidak ahli dan tidak menguasai mata pelajaran yang diajarkan maka tidak mungkin pendidik tersebut dapat mengajarkan kepada peserta didiknya.
Kemudian sebagai pendidik juga wajib mempunyai strategi pembelajaran tersendiri (khusus) untuk peserta didiknya, misalnya seperti:
Strategi Mengajar Sukses
1.      Yakin setiap peserta didik luar biasa
Dengan rasa keyakinan awal katika mengajar bahwa semua peserta didik luar biasa, kita akan lebih bersemangat untuk memberikan ilmu kita.
2.      Belajar dengan menyenangkan
Dengan cara menyelipkan humor, bukan mengajar dengan sikap pasif, biasa saja, yang menjadikan peserta didik jenuh.
3.      Mengaitkan materi dengan kehidupan peserta didik
Dengan cara mengaitkan materi dengan kehidupan  bisa jadi peserta didik lebih memahami ketika dikaitkan dengan kehidupannya, sehingga peserta didik dapat langsung ikut berperan didalamnya.
            Di tinjau dari sisi lain, hal-hal yang saya dapat dari mata kuliah IPI ketika didalam kelas yakni, kita bias berdiskusi dengan cara Tanya jawab, agar kita dapat mengetahui permasalahan pendidikan, dan saya dapat tambahan-tambahan ilmu dari para mahasisiwa yang memeparkan mata kuliah ini dengan memberi sanggahan dengan mengutarakan pikiran (ide-idenya), atau  menyelipkan ilmu yang lain, seperti ketika membahas tentang salah satu syarat pendidik salah satunya yaitu harus sehat jasmani rohani, dan ketika itu ada mahasiswa yang menyangkal bahwa dahulu ada seeorang filosof, akan tetapi di gila, sering pergi kepasar-pasar untuk melamun, dipasar ia sering menulis coretan-coretan kecil yang berisi tentang pemikirannya terhadap filsafat, beberapa masyarakat mengatakan dia gila karena terlalu mahabbah kepada allah, dia dianggap para masyarakat gila karena kelakuan-nya terkadang memang seperti layaknya orang gila.
Kemudian setelah bermusyawarah dengan mahasiswa yang lain, bahwa kalau orang gila yang seperti itu maka bukan dikatakan orang gila, dikarenakan dia gila karena kecintaannya terhadap tuhan. Tidak mungkin orang gila dapat mengarang ataupun mengarang pemikiran, ide-ide  seperti itu, karena sebenarnya orang gila itu otaknya sudah tidak bias dikuasai, ia tak tahu mana yang baik dan benar.
Jika dibandingkan dengan orang gila zaman sekarang, penyebabnya itu bukan disebabkan oleh Mahabbah, akan tetapi karena hubbub dunya, seperti kehilangan pacarnya, bangkrut perusahaannya, dll. Dan banyak sekali hal-hal yang saya dapatkan ketika mata kuliah IPI.
            Inilah hasil refleksi saya selama mengukuti mata kulian Ilmi Pendidikan Islam, Sekian dari saya, mohon maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar